TITRASI ASAM BASA
“Laporan ini di susun bertujuan
untuk memenuhi salah satu tugas Praktikum Kimia Fisika”

Disusun Oleh :
Nadira Nurshadrina
Pajar Sidik
Rizki Nurul Fitriah
Sri Ayu Hartati
II A / FARMASI
Universitas Al-Ghifari
Jl.Cisaranten kulon no 140
Telp : (022) 7835813, Fax :
(022) 7835813
BAB I
PRINSIP DAN TUJUAN PERCOBAAN
1.1
PRINSIP
PERCOBAAN
Berdasarkan reaksi asam
basa
1.2
TUJUAN
PERCOBAAN
Untuk menentukan konsentrasi larutan asam atau basa dari suatu sample.
Teori Dasar
Titrasi asam basa disebut
juga titrasi asidi alkalimetri. Dimana titrasi asidimetri adalah titrrasi
menggunakan larutan asam sebagai larutan standar yang bertujuan untuk
menentukan konsentrasi larutan basa. Sedangkan titrasi alkalimetri adalah
titrasi yang menggunakan larutan basa sebagai larutan standar yang bertujuan
untuk menentukan konsentrasi larutan asam. Pada dasarnya proses titrasi selalu
menggunakan larutan indikator yang berfungsi membentuk perubahan warna larutan
yang di titrasi, perubahan warna tersebut sebagai indikasi berhasilnya suatu
titrasi. Titrasi di katakan selesai jika pembentukan warna dari larutan yang di
titrasi telah homogen. Indkator yang umum di gunakan dalam titrasi ini adlah
indikator penolpthalein,
BAB III
Alat
dan Bahan
3.1 Alat
·
Buret
·
Labu
ukur 100ml (2 buah)
·
Erlenmayer
(2 buah)
·
Kaca
arloji
·
Gelas
ukur
3.2 Bahan
- C2H2O4
, 2H2O padat
- NaOH padat
- Indikator PP
BAB IV
Prosedur
percobaan dan Hasil pengamatan
1. Pembuatan larutan standar primer
100 ml Asam oksalat C2H2O4 , 2H2O 0,1 N
Timbang 0,63 gr Asam oksalat,
masukkan ke dalam labu ukur 100ml, Larutkan dengan aquades ad tanda batas.
Kocok homogen.
2. Pembuatan larutan standar sekunder
100 ml NaOH 0,1 N
Timbang 0,4 gr NaOH diatas kaca
arloji, kemudian masukkan kedalam labu ukur 100ml, larutkan dengan aquades ad
tanda batas, kocok homogen.
3. Standarisasi larutan NaOH dengan
Asam oksalat
·
Masukkan
larutan NaOH kedalama buret
·
Pipet
100 ml larutan asam oksalat ke erlenmayer, tambahkan 3 tetes indikator PP
·
Titrasi
dengan NaOH hingga terjadi perubahan warna yang konstan.
·
Lakukan
titrasi sebanyak 2 kali.
·
Hitung
normalitas NaOH sebenarnya dengan rumus pengenceran.
BAB IV
Hasil percobaan dan Pembahasan
Hasil percobaan
a. percobaan titras 1
= 20,3
b. percobaan titrasi 2 = 21,9
Pembahasan
Standarisasi dapat dilakukan dengan
titrasi. Titrasi merupakan proses penentuan konsentrasi suatu larutan dengan
mereaksikan larutan yang sudah ditentukan konsentrasinya (larutan standar).
Titrasi asam basa adalah suatu titrasi dengan menggunakan reaksi asam basa
(reaksi penetralan). Prosedur analisis pada titrasi asam basa ini adalah dengan
titrasi volumemetri, yaitu mengukur volume dari suatu asam atau basa yang
bereaksi (Syukri, 1999).
Pada saat terjadi perubahan warna
indikator, titrasi dihentikan. Indikator berubah warna pada saat titik
ekuivalen. Pasda titrasi asam basa, dikenal istilah titik ekuivalen dan titik
akhir titrasi. Titik ekuivalen adalah titik pada proses titrasi ketika asam dan
basa tepat habis bereaksi. Untuk mengetahui titik ekuivalen digunakan digunakan
indikator. Saat perubahan warna terjadi, saat itu disebut titik akhir titrasi
(Sukmariah, 1990).
Praktikum titrasi asam basa memiliki
prinsip berdasarkan reaksi asam basa dimana tujuannya adalah untuk menentukan
konsentrasi larutan asam atau basa dari suatu sampel.
Sebelum melakukan titrasi dilakukan
pembuatan larutan standar primer 100 ml asam oksalat C2H2O4.2H2O 0,1N dengan
cara menimbang 0,63 g asam oksalat kemudian dimasukkan ke dalam labu ukur 100
ml selanjutnya larutkan dengan aquadest sampai tanda batas dan kocok perlahan
hingga homogen serta membuat larutan standar sekunder 100 ml NaOH 0,1 N dengan
cara yng hampir sama yaitu timbang dengan teliti 0,4 g NaOH di atas kaca arloji
kemudian masukkan ke dalam labu ukur 100 ml selanjutnya larutkan dengan
aquadest sampai tanda batas dan kocok hingga homogen dan masukkan larutan NaOH
ke dalam buret dan atur kondisi buret untuk siap dioperasikan. Setelah itu baru
dilakukan standarisasi larutan NaOH dengan asam oksalat.
Pada standarisasi NaOH terhadap asam
oksalat indikator yang digunakan adalah penolftalein, pada saat indikator
ditambahkan warna larutan tetap bening,setelah dititrasi dengan NaOH sebanyak 20,3
mL larutan berubah menjadi warna pink atau merah muda. Perubahan warna pada
larutan disebabkan oleh resonansi isomer electron. Berbagai indicator mempunyai
tetapan ionisasi yang berbeda,sehingga menunjukan warna pada range pH yang
berbeda. Indikator penolftalein adalah indikator yang dibuat dengan kondensasi
anhidrida fthalein dengan fenol. Percobaan dilakukan dua kali untuk dapat
mengetahui perbandingannya. Pada percobaan pertama dalam titrasi menghabiskan
NaOH sebanyak 20,3 ml dan yang ke-dua sebanyak 21,9 ml. Perbedaannya adalah 1,6
ml saja.
Faktor yang mempengaruhi terjadinya kesalahan adalah :
1. Kebocoran buret.
2. Kesalahan pada saat penimbangan.
3. Kesalahan penglihatan pada saat pengukuran volume pada
buret.
4. Kesalahan mengamati perubahan warna.
5. Bahan-bahan yang telah lama atau melebihi batas waktu
pemakaian.
BAB
V
Kesimpulan
dan Daftar Pustaka
kesimpulan
1. Titrasi merupakan proses penentuan konsentrasi suatu
larutan dengan mereaksikan larutan yang sudah ditentukan konsentrasinya
(larutan standar).
2. Titrasi asam basa adalah suatu titrasi dengan menggunakan
reaksi asam basa (reaksi penetralan).
3. Prosedur analisis pada titrasi asam basa ini adalah dengan
titrasi volumemetri, yaitu mengukur volume dari suatu asam atau basa yang
bereaksi.
4. Tujuan titrasi asam basa adalah untuk menentukan
konsentrasi larutan asam atau basa dari suatu sampel
5. Pada saat indikator ditambahkan warna larutan tetap
bening,setelah dititrasi dengan NaOH sebanyak 23,4 mL larutan berubah menjadi
warna pink atau merah muda.
6. Perubahan warna pada larutan disebabkan oleh resonansi
isomer electron.
7. Percobaan pertama dalam titrasi menghabiskan NaOH sebanyak
23,4 ml dan yang ke-dua sebanyak 23,8 ml ( perbedaannya 0,4 ml)
8. Faktor yang mempengaruhi terjadinya kesalahan adalah :
a. Kebocoran buret.
b. Kesalahan pada saat penimbangan.
c. Kesalahan penglihatan pada saat pengukuran volume pada
buret.
d. Kesalahan mengamati perubahan warna.
e. Bahan-bahan yang telah lama atau melebihi batas waktu
pemakaian.
Daftar Pustaka
Rahmania, Inti. . 2007. Modul Praktikum Kimia Analitik .
Bandung
http://muhammadinggitfauzi.blogspot.co.id/2015/10/laporan-praktikum-kimia-titrasi-asam.html
( Di akses tanggal 13 Mei 2016, Jam 09.00 )
https://kimiamath.wordpress.com/2015/05/26/laporan-praktikum-kimia-titrasi-asam-basa/
( Di akses tanggal 13 Mei 2016, Jam 09.15 )
http://arrofathtekperunib.blogspot.co.id/2014/10/laporan-praktikum-kimiatitrasi-asam-basa.html
( Di akses tanggal 13 Mei 2016, Jam 09.15 )
http://www.seorangpelajar.com/2015/10/laporan-praktikum-titrasi-asam-basa.html
( Di akses tanggal 13 Mei 2016, Jam 09.47 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar