ANALISIS ANION
“Laporan ini di susun bertujuan
untuk memenuhi salah satu tugas Praktikum Kimia Fisika”

Disusun Oleh :
Nadira Nurshadrina
Pajar Sidik
Rizki Nurul Fitriah
Sri Ayu Hartati
II A / FARMASI
Universitas Al-Ghifari
Jl.Cisaranten kulon no 140
Telp : (022) 7835813, Fax :
(022) 7835813
BAB I
PRINSIP DAN TUJUAN PERCOBAAN
1.1
PRINSIP
PERCOBAAN
Berdasarkan reaksi dengan
zat pengidentifikasi yang dapat menimbulkan terjadinya perubahan warna,
endapan, maupun nyala api yang spesifik.
1.2
TUJUAN
PERCOBAAN
Mengidentifikasi adanya anion pada suatu sample dan membuat persamaan
reaksi berdasarkan percobaan.
BAB II
Teori Dasar
Analasisi anion termasuk
kedalam analisis kualitatif. Secara umum anion dapat di golongkan ke dalam 2
golongan. Sample yang di gunakan dalam analisis anion ini adalah sample yang
mengandung anion yang akan di identifikasi yang memberi hasil positif dengan
terbentuknya endapan, nyala api, atau bau yang khas sebagai indikatornya.
Untkuk hasil yang berupa endapan maka endapan tersebut adalah senyawa yang
mengandung anion yang dianalisis.
BAB III
Alat
dan Bahan
3.1 Alat
· 1 set tabung reaksi
· Kaca arloji (3buah)
· Cawan porselen
3.2 Bahan
·
AgNO3
0,1 M
·
NH4OH
·
KI
·
Na2SO4
·
HgCl2
0,1 M
·
FeSO4
0,5 M
·
FeSO4
·
Na2CO3
·
HNO3
0,1 N
·
KBr
·
KCN
·
KOH
·
NaCl
0,1 M
·
H2SO4
pekat
·
NaNO2
·
H3BO3
·
NH4SCN
·
NaNO3
·
Methanol
BAB IV
Prosedur
percobaan dan Hasil pengamatan
A. Analisis Kation Golongan I
|
NO
|
CARA KERJA
|
HASIL PENGAMATAN
|
|
1
2
|
CO32- dari sample Na2CO3
a.
CN- dari sample KCN
0,5ml sample + Lakmus merah + beberapa ml KOH 0,1 M. Hingga larutan bersifat
basa, + 1 butir FeSo4 + tetes HCl pekat amati hingga ada endapan
0,5 ml sample + 0,5ml AgNO3
+ 0,5 ml NH4OH dan HNO3 0,1 N .
|
Tidak ada perubahan warna
Ketika ditambahkan lakmus merah, lakmus berubah warna
menjadi biru, + KOH larutan berwarna bening, + butir FeSo4 + HCl
lakmus menjadi setengah berwarna merah. Terbentuk butiran endapan merah dari
FeSO4 .
+ AgNO3 larutan berwarna putih pekat, + NH4OH
terdapat endapan + HNO3 terbentuk asap putih dan endapan putih
semakin banyak larutan berubah warna menjadi berwarna peach.
|
|
4
5
|
0,5ml sample + 0,5ml FeSO4 0,5M
Spatel berisi seujung padatan H3BO3 +
H2SO4 pekat + 2 ml methanol, bakar.
|
+FeSO4
larutan berubah warna menjadi oranye
Terbentuk
nyala api berwarna hijau
|
|
6
|
0,5ml sample + 0,5ml BaCl2 0,1 M + HCl 0,1 N
|
Larutan
bening berubah menjadi berwana putih keruh
|
|
7
|
0,5 ml sample + 0,5 BaCl2
0,1 M + HCl 0,1 N
|
Larutan bening berubah menjadi putih keruh
|
B.
Analisis Kation Golongan II
|
NO
|
CARA KERJA
|
PENGAMATAN
|
|
1
2
3
|
Cl- dari
sample NaCl
a.
0,5ml sample + 0,5 AgNO3 0,1 M
0,5 ml sample
+ 0,5 ml HgCl2 0,1 M dan 0,5 M KI 0,1 M
|
Larutan bening berubah warna menjadi berwarna putih keruh
dan ada endapan putih + NH4OH larutan berwarna bening dan ada
endapan putih menggumpal
Larutan bening berubah warna menjadi putih keruh dengan
edapan putih kekuningan.
Larutan bening + HgCl2 larutan berwarna kekuningan + KI larutan berwarna bening kembali
|
|
4
5
|
0,5ml sample + 5 tetes H2SO4
pekat + 0,5 ml Methanol, hirup bau yang dihasilkan
0,5 ml sample + 0,5 ml FeSO4 0,5 M + tetes H2SO4
pekat sampai terbentuk cincin coklat
|
Larutan
bening + H2SO4 menjadi kuning, dan bau menyengat +
methanol bau menjadi hilang
Larutan +
FeSO4 dan tetes H2SO4
pekat, larutan berubah menjadi oranye. dan terbentuk cincin coklat
|
BAB IV
Pembahasan
Anion
adalah atom yang bermuatan negatif bila kelebihan elektron. Analisis anion diawali dengan uji pendahuluan untuk
memperoleh gambaran ada tidaknya anion tertentu atau kelompok anion yang
memiliki sifat – sifat yang sama. Selanjutnya diikuti dengan proses analisis
yang merupakan uji spesifik dari anion tertentu. Pemisahan secara fisik dari
anion umumnya tidak penting, karena uji spesifik anion hanya peka terhadap
anion tertentu dan tidak peka untuk anion lainnya. Hanya bila terjadi
interferensi atau gangguan alam suatu analisis anion oleh anion lain, maka
diperlukan langkah awal proses pemisahan.
Berdasarkan data
pengamatan, reaksi awal untuk sampel A setelah penambahan AgNO3,
tidak terbentuk endapan walaupun penambahannya telah berlebih. Hal tersebut
diduga karena pada sampel memang tidak terdapat anion-anion ferisianida sebagai
Ag3[Fe(CN)6] , anion sulfat sebagai Ag2SO4,
dan anion kromat sebagai AgCrO4. Dugaan selanjutnya adalah
terbentuknya senyawa kompleks dan kurangnya konsentrasi AgNO3 yang
digunakan sehingga tidak mampu mngendapkan larutan. Berdasarkan
teori, endapan terbentuk jika larutan menjadi terlalu jenuh dengan zat
yang bersangkutan ke larutan (S) satu endapan, menurut defenisi adalah sama
dengan konsentrasi molar dari larutan jenuhnya. Kelarutan tergantung pada
berbagai kondisi seperti suhu, tekanan, konsentrasi bahan-bahan lain dalam
larutan itu dan pada komposisi pelarutnya. Jelas terlihat bahwa konsentrasi
pelarut sangat berpengaruh dengan proses pengendapan, konsentrasi pereaksi yang
kurang tidak menjenuhkan larutan, artinya nilai dari kspnya lebih besar dari
nilai hasil kali kelarutannya. Hasil kali
kelarutan secara umum dilambangkan dengan Qc dan cara menghitungnya sama dengan
Ksp yaitu merupakan hasil kali konsentrasi ion-ion yang terurai dalam suatu
garam sukar larut. Perbedaannya, nilai Qc menunjukkan hasil kali kelarutan pada
keadaan yang belum bisa dipastikan apakah larutan tersebut belum jenuh, tepat
jenuh atau lewat jenuh (terbentuk endapan) sedangkan Ksp adalah hasil kali
konsentrasi ion-ion yang terurai dalam suatu garam sukar larut pada keadaan
maksimum (tepat jenuh). Ketentuannya sebagai berikut :
Jika nilai Qc
Jika nilai
Qc=Ksp maka larutan tersebut tepat
jenuh.
Jika nilai
Qc>Ksp maka larutan tersebut lewat
jenuh (ditandai dengan terbentuknya endapan karena pelarut tidak mampu lagi
melarutkan zat terlarut yang dalam hal ini adalah garam sukar larut)
Karena
tidak terbentuk endapan otomatis kami tidak bisa melakukan uji identifikasi
kromat, sulfat dan ferisianida. Pada percobaan kemarin kami hanya melakukan uji
nitrat dan permanganat. Berdasarkan hasil percobaan yang telah kami lakukan,
anion yang positif pada sampel A adalah anion Nitrat dengan penandaan berupa
terbentuknya gas amoniak. Dalam hal ini nitrat berfungsi sebagai zat
pengoksidasi atau oksidator, karena mengubah NH4OH menjadi NH3, terjadi
kehilangan ion hidrogen pada NH4OH.
Pada
pengujian sampel B, dilakukan tiga uji identifikasi, yaitu identifikasi
karbonat, asetat dan hidroksida, dari ketiga uji tersebut yang hasilnya positif
adalah pada identifikasi asam cuka. Asam cuka memiliki rumus kimia sebagai
berikut CH3COOH atau bisa disebut juga asam asetat. Cara
identifikasi asetat ini bisa dibilang mudah, karena terbukti dengan timbulnya
bau cuka yang menyengat. Sampel yang mengandung anion asetat akan bereaksi
dengan asam sulfat dan terjadi pertukaran ion, asam sulfat yang mengandung ion
H+ akan bergabung dengan ion asetat (CH3COO-)
pada sampel membentuk asam asetat atau asam cuka.
BAB V
Kesimpulan
5.1 Kesimpulan
Dari praktikum tersebut
dapat disimpulkan bahwa:
·
Anion adalah atom yang bermuatan negatif bila kelebihan elektron. Analisis
anion diawali dengan uji pendahuluan untuk memperoleh gambaran ada tidaknya
anion tertentu atau kelompok anion yang memiliki sifat – sifat yang sama.
Selanjutnya diikuti dengan proses analisis yang merupakan uji spesifik dari
anion tertentu. Pemisahan secara fisik dari anion umumnya tidak penting, karena
uji spesifik anion hanya peka terhadap anion tertentu dan tidak peka untuk
anion lainnya. Hanya bila terjadi interferensi atau gangguan alam suatu
analisis anion oleh anion lain, maka diperlukan langkah awal proses pemisahan.
·
Pemakaian
zat pereaksi yang terlalu benyak, mungkin tidak akan terjadi endapan karena
terbentuknya ion kompleks, sehingga pemakaian zat pereaksi secara berlebihan
tidak berguna dan merupakan pemborosan, juga dapat menyulitkan proses analisa.
·
Larutan
pencuci endapan berguna untuk membersihkan endapan dengan cara melarutkan
kotoran yang terdapat dalam endapan. Dalam hal ini adalah air hangat dan HCl
encer.
·
Berdasarkan
teori, endapan terbentuk jika larutan menjadi terlalu jenuh dengan zat
yang bersangkutan ke larutan (S) satu endapan, menurut defenisi adalah sama
dengan konsentrasi molar dari larutan jenuhnya.
·
Kelarutan
tergantung pada berbagai kondisi seperti suhu, tekanan, konsentrasi
bahan-bahan lain dalam larutan itu dan pada komposisi pelarutnya.
·
Berdasarkan
hasil percobaan sampel A teridentifikasi ada anion Nitrat, dan sampel B teridentifikasi
ada anion Asetat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar