Jumat, 23 Desember 2016

Laporan Analisis Anion

ANALISIS ANION
Laporan ini di susun bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas Praktikum Kimia Fisika”
logo-universitas-al-ghifari-bandung-300x290.png













Disusun Oleh :
Nadira Nurshadrina
Pajar Sidik
Rizki Nurul Fitriah
Sri Ayu Hartati

II A / FARMASI

Universitas Al-Ghifari
Jl.Cisaranten kulon no 140
Telp : (022) 7835813, Fax : (022) 7835813









BAB I
PRINSIP DAN TUJUAN PERCOBAAN

1.1              PRINSIP PERCOBAAN
Berdasarkan reaksi dengan zat pengidentifikasi yang dapat menimbulkan terjadinya perubahan warna, endapan, maupun nyala api yang spesifik.


1.2              TUJUAN PERCOBAAN
Mengidentifikasi adanya anion pada suatu sample dan membuat persamaan reaksi berdasarkan percobaan.










BAB II
Teori Dasar

Analasisi anion termasuk kedalam analisis kualitatif. Secara umum anion dapat di golongkan ke dalam 2 golongan. Sample yang di gunakan dalam analisis anion ini adalah sample yang mengandung anion yang akan di identifikasi yang memberi hasil positif dengan terbentuknya endapan, nyala api, atau bau yang khas sebagai indikatornya. Untkuk hasil yang berupa endapan maka endapan tersebut adalah senyawa yang mengandung anion yang dianalisis.












BAB III
 Alat dan Bahan

3.1       Alat


·       1 set tabung reaksi
·       Kaca arloji (3buah)
·       Cawan porselen


3.2       Bahan


·         AgNO3 0,1 M
·         NH4OH
·         KI
·         Na2SO4
·         HgCl2 0,1 M
·         FeSO4 0,5 M
·         FeSO4
·         Na2CO3
·         HNO3 0,1 N
·         KBr
·         KCN
·         KOH
·         NaCl 0,1 M
·         H2SO4 pekat
·         NaNO2
·         H3BO3
·         NH4SCN
·         NaNO3
·         Methanol








BAB IV
 Prosedur percobaan dan Hasil pengamatan

A.     Analisis Kation Golongan I

NO
CARA KERJA
HASIL PENGAMATAN
1

 

2






3
CO32-  dari sample Na2CO3
a.                  0,5ml sample + 0,5 ml Hgcl 0,1 M

CN-  dari sample KCN
 


0,5ml sample + Lakmus merah + beberapa ml KOH 0,1 M. Hingga larutan bersifat basa, + 1 butir FeSo4 + tetes HCl pekat amati hingga ada endapan
SCN- dari sample NH4SCN
                    0,5 ml sample + 0,5ml AgNO3 + 0,5 ml NH4OH dan HNO3 0,1 N .
 Tidak ada perubahan warna


Ketika ditambahkan lakmus merah, lakmus berubah warna menjadi biru, + KOH larutan berwarna bening, + butir FeSo4 + HCl lakmus menjadi setengah berwarna merah. Terbentuk butiran endapan merah dari FeSO4 .



+ AgNO3 larutan berwarna putih pekat, + NH4OH terdapat endapan + HNO3 terbentuk asap putih dan endapan putih semakin banyak larutan berubah warna menjadi berwarna peach.
4



5

NO2-  dari sample NaNO2
 0,5ml sample + 0,5ml FeSO4 0,5M

BO33- dari sample H3BO3
                               
Spatel berisi seujung padatan H3BO3 + H2SO4 pekat + 2 ml methanol, bakar.
+FeSO4 larutan berubah warna menjadi oranye


Terbentuk nyala api berwarna hijau
6
SO42- dari sample Na2SO4
                                   0,5ml sample  + 0,5ml BaCl2 0,1 M + HCl 0,1 N
Larutan bening berubah menjadi berwana putih keruh
7
SO32- dari sample Na2SO3
                                       

0,5 ml sample + 0,5 BaCl2 0,1 M + HCl 0,1 N
Larutan bening berubah menjadi putih keruh

B.      Analisis Kation Golongan II
NO
CARA KERJA
PENGAMATAN
1


 

2

 

3
Cl-  dari sample NaCl
a.                         0,5ml sample + 0,5 ml AgNO3 0,1 M + 0,5 ml NH4OH + 0,5ml HNO3 0,1 N
Br-  dari sample KBr               
                  0,5ml sample + 0,5 AgNO3 0,1 M

I- dari KI


0,5 ml sample + 0,5 ml HgCl2 0,1 M dan 0,5 M KI 0,1 M
 Larutan bening berubah warna menjadi berwarna putih keruh dan ada endapan putih + NH4OH larutan berwarna bening dan ada endapan putih menggumpal
Larutan bening berubah warna menjadi putih keruh dengan edapan putih kekuningan.

Larutan bening + HgCllarutan berwarna kekuningan + KI  larutan berwarna bening kembali
4

 

5
CH3COOH-  dari sample CH3COONa
 0,5ml sample + 5 tetes H2SO4 pekat + 0,5 ml Methanol, hirup bau yang dihasilkan
NO3 dari sample NaNO3
                               

0,5 ml sample + 0,5 ml FeSO4 0,5 M + tetes H2SO4 pekat sampai terbentuk cincin coklat
Larutan bening + H2SO4 menjadi kuning, dan bau menyengat + methanol bau menjadi hilang

Larutan + FeSO4 dan  tetes H2SO4 pekat, larutan berubah menjadi oranye. dan terbentuk cincin coklat













BAB IV
Pembahasan
Anion adalah atom yang bermuatan negatif bila kelebihan elektron. Analisis anion diawali dengan uji pendahuluan untuk memperoleh gambaran ada tidaknya anion tertentu atau kelompok anion yang memiliki sifat – sifat yang sama. Selanjutnya diikuti dengan proses analisis yang merupakan uji spesifik dari anion tertentu. Pemisahan secara fisik dari anion umumnya tidak penting, karena uji spesifik anion hanya peka terhadap anion tertentu dan tidak peka untuk anion lainnya. Hanya bila terjadi interferensi atau gangguan alam suatu analisis anion oleh anion lain, maka diperlukan langkah awal proses pemisahan.
Berdasarkan data pengamatan, reaksi awal untuk sampel A setelah penambahan AgNO3, tidak terbentuk endapan walaupun penambahannya telah berlebih. Hal tersebut diduga karena pada sampel memang tidak terdapat anion-anion ferisianida sebagai Ag3[Fe(CN)6] , anion sulfat sebagai Ag2SO4, dan anion kromat sebagai AgCrO4. Dugaan selanjutnya adalah terbentuknya senyawa kompleks dan kurangnya konsentrasi AgNOyang digunakan sehingga tidak mampu mngendapkan larutan. Berdasarkan teori, endapan terbentuk jika larutan menjadi terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan ke larutan (S) satu endapan, menurut defenisi adalah sama dengan konsentrasi molar dari larutan jenuhnya. Kelarutan  tergantung pada berbagai kondisi seperti suhu, tekanan, konsentrasi bahan-bahan lain dalam larutan itu dan pada komposisi pelarutnya. Jelas terlihat bahwa konsentrasi pelarut sangat berpengaruh dengan proses pengendapan, konsentrasi pereaksi yang kurang tidak menjenuhkan larutan, artinya nilai dari kspnya lebih besar dari nilai hasil kali kelarutannya. Hasil kali kelarutan secara umum dilambangkan dengan Qc dan cara menghitungnya sama dengan Ksp yaitu merupakan hasil kali konsentrasi ion-ion yang terurai dalam suatu garam sukar larut. Perbedaannya, nilai Qc menunjukkan hasil kali kelarutan pada keadaan yang belum bisa dipastikan apakah larutan tersebut belum jenuh, tepat jenuh atau lewat jenuh (terbentuk endapan) sedangkan Ksp adalah hasil kali konsentrasi ion-ion yang terurai dalam suatu garam sukar larut pada keadaan maksimum (tepat jenuh). Ketentuannya sebagai berikut :
Jika nilai Qc
Jika nilai Qc=Ksp        maka larutan tersebut tepat jenuh.
Jika nilai Qc>Ksp        maka larutan tersebut lewat jenuh (ditandai dengan terbentuknya endapan karena pelarut tidak mampu lagi melarutkan zat terlarut yang dalam hal ini adalah garam sukar larut)
     Karena tidak terbentuk endapan otomatis kami tidak bisa melakukan uji identifikasi kromat, sulfat dan ferisianida. Pada percobaan kemarin kami hanya melakukan uji nitrat dan permanganat. Berdasarkan hasil percobaan yang telah kami lakukan, anion yang positif pada sampel A adalah anion Nitrat dengan penandaan berupa terbentuknya gas amoniak. Dalam hal ini nitrat berfungsi sebagai zat pengoksidasi atau oksidator, karena mengubah NH4OH menjadi NH3, terjadi kehilangan ion hidrogen pada NH4OH.
Pada pengujian sampel B, dilakukan tiga uji identifikasi, yaitu identifikasi karbonat, asetat dan hidroksida, dari ketiga uji tersebut yang hasilnya positif adalah pada identifikasi asam cuka. Asam cuka memiliki rumus kimia sebagai berikut CH3COOH atau bisa disebut juga asam asetat. Cara identifikasi asetat ini bisa dibilang mudah, karena terbukti dengan timbulnya bau cuka yang menyengat. Sampel yang mengandung anion asetat akan bereaksi dengan asam sulfat dan terjadi pertukaran ion, asam sulfat yang mengandung ion H+ akan bergabung dengan ion asetat (CH3COO-) pada sampel membentuk asam asetat atau asam cuka.







BAB V
Kesimpulan

5.1  Kesimpulan
Dari praktikum tersebut dapat disimpulkan bahwa:
·         Anion adalah atom yang bermuatan negatif bila kelebihan elektron. Analisis anion diawali dengan uji pendahuluan untuk memperoleh gambaran ada tidaknya anion tertentu atau kelompok anion yang memiliki sifat – sifat yang sama. Selanjutnya diikuti dengan proses analisis yang merupakan uji spesifik dari anion tertentu. Pemisahan secara fisik dari anion umumnya tidak penting, karena uji spesifik anion hanya peka terhadap anion tertentu dan tidak peka untuk anion lainnya. Hanya bila terjadi interferensi atau gangguan alam suatu analisis anion oleh anion lain, maka diperlukan langkah awal proses pemisahan.
·         Pemakaian zat pereaksi yang terlalu benyak, mungkin tidak akan terjadi endapan karena terbentuknya ion kompleks, sehingga pemakaian zat pereaksi secara berlebihan tidak berguna dan merupakan pemborosan, juga dapat menyulitkan proses analisa.
·         Larutan pencuci endapan berguna untuk membersihkan endapan dengan cara melarutkan kotoran yang terdapat dalam endapan. Dalam hal ini adalah air hangat dan HCl encer.
·         Berdasarkan teori, endapan terbentuk jika larutan menjadi terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan ke larutan (S) satu endapan, menurut defenisi adalah sama dengan konsentrasi molar dari larutan jenuhnya.
·         Kelarutan  tergantung pada berbagai kondisi seperti suhu, tekanan, konsentrasi bahan-bahan lain dalam larutan itu dan pada komposisi pelarutnya.
·         Berdasarkan hasil percobaan sampel A teridentifikasi ada anion Nitrat, dan sampel B teridentifikasi ada anion Asetat.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar