Jumat, 23 Desember 2016

Hubungan ilmu farmasi dengan ilmu dasar Farmasi fisika

HUBUNGAN ILMU FARMASI DENGAN ILMU DASAR
(FARMASI FISIKA)
Makalah ini di susun bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas Pengantar Ilmu Farmasi”
logo-universitas-al-ghifari-bandung-300x290.png











Disusun Oleh :
Nadira Nurshadrina
(D1A151064)

II A / FARMASI
Universitas Al-Ghifari
Jl.Cisaranten kulon no 140
Telp : (022) 7835813, Fax : (022) 7835813

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
SEJARAH ILMU FISIKA
Fisika (Bahasa Yunani: (physikos), “alamiah” dan (physis), “Alam”) adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup   ruang   dan   waktu.   Fisikawan   mempelajari   perilaku   dan   sifat   materi   dalam   bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos. Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika.
Fisika sering disebut sebagai “ilmu paling mendasar”, karena setiap ilmu alam lainnya (biologi,kimia, geologi, dan lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan elektromagnetika. Sejarah fisika dimulai pada tahun sekitar 2400 SM, ketika kebudayaan Harappan menggunakan suatu benda untuk memperkirakan dan menghitung sudut bintang di angkasa. Sejak saat itu fisika terus berkembang sampai ke level sekarang. Perkembangan ini tidak hanya membawa perubahan di dalam bidang dunia benda, matematika dan filosofi namun juga, melalui teknologi, membawa perubahan ke dunia sosial masyarakat
Pada awal abad 17, Galileo membuka penggunaan eksperimen untuk memastikan kebenaran teori fisika, yang merupakan kunci dari metode sains. Galileo memformulasikan dan berhasil mengetes beberapa   hasil   dari   dinamika   mekanik,   terutama   Hukum   Inert. 
Pada   1687,   Isaac   Newton menerbitkan Filosofi Natural Prinsip Matematika, memberikan penjelasan yang jelas dan teori fisika yang sukses: Hukum gerak Newton, yang merupakan sumber dari mekanika klasik; dan Hukum Gravitasi Newton, yang menjelaskan gaya dasar gravitasi. Kedua teori ini cocok dalam eksperimen. Prinsipia juga memasukan beberapa teori dalam  dinamika fluid. Mekanika klasik dikembangkan   besar-besaran   oleh   Joseph-Louis   de   Lagrange,   William   Rowan   Hamilton,  dan lainnya, yang menciptakan formula, prinsip, dan hasil baru.
Hukum Gravitas memulai bidang astrofisika, yang menggambarkan fenomena astronomi menggunakan teori fisika.
Sejak abad 18 dan seterusnya, termodinamika dikembangkan oleh Robert Boyle, Thomas Young, dan banyak lainnya. Pada 1733, Daniel Bernoulli menggunakan argumen statistika dalam mekanika klasik untuk menurunkan hasil termodinamika, memulai bidang mekanika statistik.
Pada 1798, Benjamin Thompson mempertunjukkan konversi kerja mekanika ke dalam panas, dan pada 1847James Joule menyatakan hukum konservasi energi, dalam bentuk panas dan juga dalam energi mekanika.




1.2  Tujuan Penelitian

1.      Apa hubungan ilmu farmasi dengan ilmu fisika?
2.      Apa saja sifat-sifat fisika dari suatu senyawa obat ?
3.      Apa hubungan sifat-sifat fisika dari suatu senyawa obat?



BAB II
PEMBAHASAN

 2.1      Apa hubungan ilmu farmasi dengan Ilmu fisika?
Hubungannya bahwa Ilmu farmasi tidak bisa berdiri sendiri, melainkan ilmu gabungan dari berbagai bidang ilmu,diantaranya: ilmu kimia, ilmu biologi (manusia, hewan, dan tumbuhan), matematika, dsb. Maka dari itu ada yang mengatakan bahwa farmasi adalah seni.Hubungannya dengan fisika yaitu, bahwa senyawa obat memiliki sifat fisika yang berbeda antara yang satu denganyang lainnya.
2.2       Sifat-sifat fisika dari suatu senyawa obat
Sifat-sifat fisika zat atau senyawa obat diantaranya:
·         Kelarutan
            Kelarutan adalah kuantitas maksimal suatu zat kimia terlarut (solut) untuk dapat larut pada pelarut tertentu membentuk larutan homogen. Kelarutan suatu zat dasarnya sangat bergantung pada sifat fisika dan kimia solut dan pelarut pada suhu, tekanan dan pH larutan.
·         Titik leleh
adalah temperatur dimana zat padat berubah wujud menjadi zat cair pada tekanan satu atmosfer. Dengan kata lain, titik leleh merupakan suhu ketika fase padat dan cair sama-sama berada dalam kesetimbangan.
·         Titik didih
Titik didih adalah suhu (temperatur) ketika tekanan uap sebuah zat cair sama dengan tekanan eksternal yang dialami oleh cairan. Sebuah cairan di dalam vacuum akan memiliki titik didih yang rendah dibandingkan jika cairan itu berada di dalam tekanan atmosfer.

·         Rumus struktur
Rumus kimia adalah rumus atau suatu zat yang menyatakan jenis dan jumlah relative atom-atom yang terdapat dalam zat itu. Rumus kimia dinyatakan dengan rumus molekul (RM) dan rumus empiris (RE). Angka yang menyatakan jumlah atom suatu unsur dalam rumus kimia disebut angka indeks.
·         Berat molekul
Berat molekul adalah berat suatu molekul dalam satuan massa atom (sma). Berat molekul ditentukan dari jumlah berat atom dari atom-atom penyusun dalammolekul tersebut. Berat molekul sering digunakan bergantian dengan massamolekul dalam kimia, tetapi ada perbedaan antara keduanya.
2.3       Hubungan sifat-sifat fisika dari suatu senyawa obat
Penjelasan
1.     Suatu zat (obat) sangat kecil kemungkinannya dipakai atau diberikan dalam bentuk murni, maka dari itu perludibuat sesuai kebutuhan seperti obat sirup (parasetamol) untuk anak-anak dan obat dengan sediaan padat (Tablet)untuk dewasa.pertanyaannya: apakah suatu senyawa obat bisa dibuat sediaan sirup dengan mudah atau tidak dan apakah senyawaobat bisa dibuat sedian tablet dengan mudah atau tidak? Maka seorang farmasis harus tau sifat-sifat fisika dan kimia dari suatu bahan atau senyawa obat.
2.     Perlu di fikirkan cara pemberian obat yang sesuai: oral, topikal atau parenteral.
3.     Perlu difikirkan Pelepasan zat aktif obat
4.     Perlu difikirkan ukuran molekul, kepolaran molekul, dan sifat molekul sehingga menghasilkan efek/respon biologis.

Hubungan antara farmasi dan fisika ambil contoh saja yaitu “KOLOID
Penggunaan koloid dalam farmasi
 Didalam kehidupan banyak sistem koloid yang kita jumpai. Air kelihatan jernih terjadi setelah didiamkan beberapa hari terjadi endapan putih/kuning. Ternyata air ini mengandung batu kapur atau besi yang seakan-akan larut namun sebetulnya bentuknya larutan koloidal. Didalam farmasi sistem koloid banyak digunakan. Beberapa senyawa misalnya : perak koloid/argentum proteinum digunakan membunuh mikroorganisme dalam tetes mata merah. Kelebihan sistem koloid dalam farmasi mempunyai sifat tidak mengiritasi karena sebetulnya tidak larut. Plasma protein merupakan protein yang dapat mengikat obat didalam darah sehingga obat dapat aktif. Beberapa bahan alam membentuk dispersi koloid dapat digunakan untuk membuat system bentuk sediaan obat.
Beberapa polimer dapat digunakan untuk metoda penyalutan termasuk dispersi koloid.
Tipe koloid
·        Liofilik koloid : zat dapat menyatu dengan medium atau disebut tipe koloid yang suka kepada medium pendispersi.. liofilik dispersi dapat dibuat dengan mudah dengan jalan seolah olah melarutkan zat ke dalam pelarut (medium pendispersi). Bila pelarut digunakan air disebut hidrasi. Contoh : gelatin, PGA,insulin albumin, karet polisterin.
·        Liofobik koloid : sistem dimana medium pendispersi tidak banyak berinteraksi dengan medium pendispersi. Jadi seolah-olah didalam medium pendispersi tidak ada fase terdispersi atau seolah-olah terjadi pemisahan. Contoh koloid besi pada air, perak,sulfur.
·        Asosiasi koloid : micele&CMC. Koloid ini mempunyai sifat menyukai air dan menyukai minyak ini disebut surfaktan

Sifat Optik dari Koloid
·        Tyndal efek bila cahaya kuat dilewatkan larutan koloid maka cahaya akan terjadi pemantulan cahaya sehingga kekuatan cahaya tersebut akan berubah.
·        Dari prinsip tyndal efek ini dibuat mikroskop elektron.
·        Dengan mikroskop elektron dapat terlihat ukuran partikel yang tidak dapat dilihat dengan mikroskop biasa.
Penyerapan cahaya
·        Akibat koloid cahaya intensitas akan menurun bila lewat larutan koloid.Ini disebabkan kekeruhan koloid. Konsentrasi koloid dapat diukur berdasarkan cahaya yang intensitasnya berkurang.
Gerakan Koloid
·        Gerakan Brown.Gerakan Brown ini dapat diamati di dalam mikroskop bila ukuran partikel antara 5 mm. Lebih kecil saat diamati.Makin kecil makin sulit diamati.kenaikan kekentalan medium pendispersi makin kecil gerakan Brown bahkan malah berhenti. Misal bila air ditambah giserin.
·        Difusi Partikel akan mengalami difusi berjalan dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.Gerakan ini berubah setelah mencapai keseimbangan konsentrasi larutan.
·        Sedimentas Pengendapan dari koloid dipengaruhi oleh kekentalan medium, bj partikel, tekanan partikel dan konsentrasi partikel.
Pengaruh listrik (muatan listrik terhadap koloid)
·        Adanya muatan listrik akan pengaruhi kestabilan koloid terutama koloid yang bersifat ionic dengan elektroporosis maka koloid ionic dapat diendapkan dengan proses paengumpalan.
·        Hal ini dapat digunakan untuk melihat banyak zat terlarut atau logam terlarut dalam air

Stabilitas Koloid
     Stabilitas dari koloid akan dipengaruhi oleh faktor adanya muatan listrik dan medium utuk menjaga kestabilan koloid.
     Penambahan pengental akan menaikan stabilitas koloid, karena akan mencegah daya tarik menarik atau akan menghasilkan geragak Brown ini terjadi pada koloid yang bersifat liofilik. Koloid liofobik tidak tahan / stabil pada panas. Adanya muatan listrik akan menyebabkan daya tarik menarik partikel membentuk gumpalan.
     Dengan menambah larutan yang bersifat ionik (garam-garam) maka akan mengubah muatan maka kestabilan koloid akan berubah.Akhirnya terjadi tarik menarik dan membentuk aglomorat

















BAB III
 PENUTUP dan DAFTAR PUSTAKA
3.1 Penutup
Kesimpulan dari makalah ini adalah:
1.   Sistem koloid adalah suatu campuran zat yang terdiri dari fase terdispersi dan medium pendispersi dimana partikel-partikel fase terdispersi berukuran koloid tersebar merata (homogen) dalam medium pendispersinya.
2.  Perbedaan sistem koloid dengan larutan sejati dan suspensi meliputi perbedaan jumlah fase, distribusi partikel, ukuran koloid, penyaringan dan kestabilan.
3.  Sifat-sifat karakteristik sol meliputi: efek Tyndall, gerak Brown, daya adsorpsi, bermuatan listrik, koagulasi dan koloid pelindung.
4.  Koloid sol dapat dibuat dengan 2 metode yaitu metode kondensasi dan metode dispersi.
5.   Beberapa metode pemurnian yang dapat digunakan untuk menghilangkan partikel-partikel zat telarut yang tidak diinginkan adalah dialisis, elektrodialisis, dan menggunakan penyaring ultra.
3.2 Daftar Pustaka
·          Modul praktikum kimia fisika oleh Kusdi Hartono, Universitas Al-Ghifari, Bandung.
·          Id.wikipedia.org
·          https://bekabekylove.wordpress.com/sejarah-fisika/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar