HUBUNGAN ILMU FARMASI DENGAN ILMU
DASAR
(FARMASI FISIKA)
“Makalah ini di susun bertujuan
untuk memenuhi salah satu tugas Pengantar Ilmu Farmasi”

Disusun Oleh :
Nadira Nurshadrina
(D1A151064)
II A / FARMASI
Universitas Al-Ghifari
Jl.Cisaranten kulon no 140
Telp : (022) 7835813, Fax :
(022) 7835813
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
SEJARAH ILMU FISIKA
Fisika (Bahasa Yunani:
(physikos), “alamiah” dan (physis), “Alam”) adalah sains atau ilmu tentang alam
dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau
materi dalam lingkup ruang dan
waktu. Fisikawan mempelajari
perilaku dan sifat
materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari
partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga
perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos. Beberapa sifat yang
dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang
ada, seperti hukum kekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut sebagai
hukum fisika.
Fisika sering disebut
sebagai “ilmu paling mendasar”, karena setiap ilmu alam lainnya (biologi,kimia,
geologi, dan lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi
hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang
dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang
membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum,
termodinamika, dan elektromagnetika. Sejarah fisika dimulai pada tahun sekitar
2400 SM, ketika kebudayaan Harappan menggunakan suatu benda untuk memperkirakan
dan menghitung sudut bintang di angkasa. Sejak saat itu fisika terus berkembang
sampai ke level sekarang. Perkembangan ini tidak hanya membawa perubahan di dalam
bidang dunia benda, matematika dan filosofi namun juga, melalui teknologi,
membawa perubahan ke dunia sosial masyarakat
Pada awal abad 17, Galileo membuka
penggunaan eksperimen untuk memastikan kebenaran teori fisika, yang merupakan
kunci dari metode sains. Galileo memformulasikan dan berhasil mengetes beberapa hasil
dari dinamika mekanik,
terutama Hukum Inert.
Pada
1687, Isaac Newton menerbitkan Filosofi Natural Prinsip
Matematika, memberikan penjelasan yang jelas dan teori fisika yang sukses:
Hukum gerak Newton, yang merupakan sumber dari mekanika klasik; dan Hukum
Gravitasi Newton, yang menjelaskan gaya dasar gravitasi. Kedua teori ini cocok
dalam eksperimen. Prinsipia juga memasukan beberapa teori dalam dinamika fluid. Mekanika klasik dikembangkan besar-besaran oleh
Joseph-Louis de Lagrange,
William Rowan Hamilton,
dan lainnya, yang menciptakan formula, prinsip, dan hasil baru.
Hukum Gravitas memulai bidang astrofisika,
yang menggambarkan fenomena astronomi menggunakan teori fisika.
Sejak abad 18 dan seterusnya,
termodinamika dikembangkan oleh Robert Boyle, Thomas Young, dan banyak lainnya.
Pada 1733, Daniel Bernoulli menggunakan argumen statistika dalam mekanika klasik
untuk menurunkan hasil termodinamika, memulai bidang mekanika statistik.
Pada 1798, Benjamin Thompson
mempertunjukkan konversi kerja mekanika ke dalam panas, dan pada 1847James
Joule menyatakan hukum konservasi energi, dalam bentuk panas dan juga dalam
energi mekanika.
1.2 Tujuan Penelitian
1.
Apa
hubungan ilmu farmasi dengan ilmu fisika?
2.
Apa
saja sifat-sifat fisika dari suatu senyawa obat ?
3.
Apa
hubungan sifat-sifat fisika dari suatu senyawa obat?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Apa hubungan ilmu farmasi dengan Ilmu fisika?
Hubungannya bahwa Ilmu
farmasi tidak bisa berdiri sendiri, melainkan ilmu gabungan dari berbagai
bidang ilmu,diantaranya: ilmu kimia, ilmu biologi (manusia, hewan, dan
tumbuhan), matematika, dsb. Maka dari itu ada yang mengatakan bahwa farmasi
adalah seni.Hubungannya dengan fisika yaitu, bahwa senyawa obat memiliki sifat
fisika yang berbeda antara yang satu denganyang lainnya.
2.2 Sifat-sifat
fisika dari suatu senyawa obat
Sifat-sifat fisika zat atau senyawa obat diantaranya:
·
Kelarutan
Kelarutan adalah kuantitas maksimal suatu zat kimia
terlarut (solut) untuk dapat larut pada pelarut tertentu membentuk larutan
homogen. Kelarutan suatu zat dasarnya sangat bergantung pada sifat
fisika dan kimia solut dan pelarut pada suhu, tekanan dan pH larutan.
·
Titik
leleh
adalah temperatur dimana
zat padat berubah wujud menjadi zat cair pada tekanan satu atmosfer. Dengan
kata lain, titik leleh merupakan suhu ketika fase padat dan cair
sama-sama berada dalam kesetimbangan.
·
Titik
didih
Titik didih adalah suhu (temperatur) ketika tekanan uap sebuah zat cair
sama dengan tekanan eksternal yang dialami oleh cairan. Sebuah cairan di dalam
vacuum akan memiliki titik didih yang rendah dibandingkan jika cairan
itu berada di dalam tekanan atmosfer.
·
Rumus
struktur
Rumus kimia adalah rumus atau suatu zat yang menyatakan jenis
dan jumlah relative atom-atom yang terdapat dalam zat itu. Rumus kimia
dinyatakan dengan rumus molekul (RM) dan rumus empiris (RE).
Angka yang menyatakan jumlah atom suatu unsur dalam rumus kimia disebut
angka indeks.
·
Berat
molekul
Berat molekul adalah berat suatu molekul dalam satuan
massa atom (sma). Berat molekul ditentukan dari jumlah berat atom dari
atom-atom penyusun dalammolekul tersebut. Berat molekul sering
digunakan bergantian dengan massamolekul dalam kimia, tetapi ada perbedaan
antara keduanya.
2.3 Hubungan
sifat-sifat fisika dari suatu senyawa obat
Penjelasan
1. Suatu
zat (obat) sangat kecil kemungkinannya dipakai atau diberikan dalam bentuk
murni, maka dari itu perludibuat sesuai kebutuhan seperti obat sirup
(parasetamol) untuk anak-anak dan obat dengan sediaan padat (Tablet)untuk
dewasa.pertanyaannya: apakah suatu senyawa obat bisa dibuat sediaan sirup
dengan mudah atau tidak dan apakah senyawaobat bisa dibuat sedian tablet dengan
mudah atau tidak? Maka seorang farmasis harus tau sifat-sifat fisika dan kimia
dari suatu bahan atau senyawa obat.
2. Perlu
di fikirkan cara pemberian obat yang sesuai: oral, topikal atau parenteral.
3. Perlu
difikirkan Pelepasan zat aktif obat
4. Perlu
difikirkan ukuran molekul, kepolaran molekul, dan sifat molekul sehingga
menghasilkan efek/respon biologis.
Hubungan antara farmasi
dan fisika ambil contoh saja yaitu “KOLOID”
Penggunaan koloid dalam farmasi
Didalam kehidupan
banyak sistem koloid yang kita jumpai. Air kelihatan jernih terjadi setelah
didiamkan beberapa hari terjadi endapan putih/kuning. Ternyata air ini
mengandung batu kapur atau besi yang seakan-akan larut namun
sebetulnya bentuknya larutan koloidal. Didalam farmasi sistem koloid
banyak digunakan. Beberapa senyawa misalnya : perak koloid/argentum
proteinum digunakan membunuh mikroorganisme dalam tetes mata merah. Kelebihan
sistem koloid dalam farmasi mempunyai sifat tidak mengiritasi karena sebetulnya
tidak larut. Plasma protein merupakan protein yang dapat mengikat obat didalam
darah sehingga obat dapat aktif. Beberapa bahan alam membentuk dispersi koloid
dapat digunakan untuk membuat system bentuk sediaan obat.
Beberapa polimer dapat
digunakan untuk metoda penyalutan termasuk dispersi koloid.
Tipe koloid
· Liofilik
koloid : zat dapat menyatu dengan medium atau disebut tipe koloid yang
suka kepada medium pendispersi.. liofilik dispersi dapat dibuat dengan mudah
dengan jalan seolah olah melarutkan zat ke dalam pelarut (medium pendispersi).
Bila pelarut digunakan air disebut hidrasi. Contoh : gelatin, PGA,insulin
albumin, karet polisterin.
· Liofobik
koloid : sistem dimana medium pendispersi tidak banyak berinteraksi dengan
medium pendispersi. Jadi seolah-olah didalam medium pendispersi tidak ada fase
terdispersi atau seolah-olah terjadi pemisahan. Contoh koloid besi pada air,
perak,sulfur.
· Asosiasi
koloid : micele&CMC. Koloid ini mempunyai sifat menyukai air dan
menyukai minyak ini disebut surfaktan
Sifat Optik dari Koloid
· Tyndal
efek bila cahaya kuat dilewatkan larutan koloid maka cahaya akan terjadi
pemantulan cahaya sehingga kekuatan cahaya tersebut akan berubah.
· Dari
prinsip tyndal efek ini dibuat mikroskop elektron.
· Dengan
mikroskop elektron dapat terlihat ukuran partikel yang tidak dapat dilihat
dengan mikroskop biasa.
Penyerapan cahaya
· Akibat
koloid cahaya intensitas akan menurun bila lewat larutan koloid.Ini disebabkan
kekeruhan koloid. Konsentrasi koloid dapat diukur berdasarkan cahaya yang
intensitasnya berkurang.
Gerakan Koloid
· Gerakan
Brown.Gerakan Brown ini dapat diamati di dalam mikroskop bila ukuran partikel
antara 5 mm. Lebih kecil saat diamati.Makin kecil makin sulit
diamati.kenaikan kekentalan medium pendispersi makin kecil gerakan Brown bahkan
malah berhenti. Misal bila air ditambah giserin.
· Difusi Partikel
akan mengalami difusi berjalan dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi
rendah.Gerakan ini berubah setelah mencapai keseimbangan konsentrasi larutan.
· Sedimentas Pengendapan
dari koloid dipengaruhi oleh kekentalan medium, bj partikel, tekanan partikel
dan konsentrasi partikel.
Pengaruh listrik (muatan
listrik terhadap koloid)
· Adanya
muatan listrik akan pengaruhi kestabilan koloid terutama koloid yang bersifat
ionic dengan elektroporosis maka koloid ionic dapat diendapkan dengan
proses paengumpalan.
· Hal
ini dapat digunakan untuk melihat banyak zat terlarut atau logam terlarut dalam
air
Stabilitas Koloid
Stabilitas
dari koloid akan dipengaruhi oleh faktor adanya muatan listrik dan medium utuk
menjaga kestabilan koloid.
Penambahan
pengental akan menaikan stabilitas koloid, karena akan mencegah daya tarik
menarik atau akan menghasilkan geragak Brown ini terjadi pada koloid yang
bersifat liofilik. Koloid liofobik tidak tahan / stabil pada
panas. Adanya muatan listrik akan menyebabkan daya tarik menarik partikel
membentuk gumpalan.
Dengan
menambah larutan yang bersifat ionik (garam-garam) maka akan mengubah
muatan maka kestabilan koloid akan berubah.Akhirnya terjadi tarik menarik dan
membentuk aglomorat
BAB III
PENUTUP
dan DAFTAR PUSTAKA
3.1 Penutup
Kesimpulan dari makalah ini adalah:
1.
Sistem koloid adalah suatu campuran zat yang terdiri dari fase terdispersi
dan medium pendispersi dimana partikel-partikel fase terdispersi berukuran
koloid tersebar merata (homogen) dalam medium pendispersinya.
2.
Perbedaan sistem koloid dengan larutan sejati dan suspensi meliputi perbedaan
jumlah fase, distribusi partikel, ukuran koloid, penyaringan dan kestabilan.
3. Sifat-sifat
karakteristik sol meliputi: efek Tyndall, gerak Brown, daya adsorpsi, bermuatan
listrik, koagulasi dan koloid pelindung.
4.
Koloid sol dapat dibuat dengan 2 metode yaitu metode kondensasi dan metode
dispersi.
5.
Beberapa metode pemurnian yang dapat digunakan untuk menghilangkan
partikel-partikel zat telarut yang tidak diinginkan adalah dialisis,
elektrodialisis, dan menggunakan penyaring ultra.
3.2 Daftar Pustaka
·
Modul
praktikum kimia fisika oleh Kusdi Hartono, Universitas Al-Ghifari, Bandung.
·
Id.wikipedia.org
·
https://bekabekylove.wordpress.com/sejarah-fisika/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar