ANALISIS KATION
“Laporan ini di susun bertujuan
untuk memenuhi salah satu tugas Praktikum Kimia Fisika”

Disusun Oleh :
Ayu Yulistina
Nadira Nurshadrina
Rizki Nurul Fitriah
Susi Susanti
II A / FARMASI
Universitas Al-Ghifari
Jl.Cisaranten kulon no 140
Telp : (022) 7835813, Fax :
(022) 7835813
BAB I
PRINSIP DAN TUJUAN PERCOBAAN
1.1
PRINSIP
PERCOBAAN
Berdasarkan reaksi dengan
zat pengidentifikasi yang dapat menimbulkan terjadinya perubahan warna,
endapan, maupun nyala api yang spesifik.
1.2
TUJUAN
PERCOBAAN
Mengidentifikasi adanya kation pada suatu sample dan membuat persamaan
reaksi berdasarkan percobaan.
BAB II
Teori Dasar
Analasisi kation termasuk
kedalam analisis kualitatif. Kation adalah ion bermatan positif yang terbentuk
ketika sebuah atom kehilangan satu atau lebih elektron selama reaksi kimia.
Kation terdiri dari beberapa golongan, namun penggolongan kation tidak
berdasarkan golongan unsur dalam sistem periodik. Melainkan berdasarkan
kesamaan sifat ketika beraksi dengan pereaksi. Pada percobaan kali ini analisis
dilakukan terhadap beberapa kation yang mewakili golongannya. Sample yang di
gunakan dalam analisis ini adalah sample yang mengandung kation yang akan di identifikasi
memberi hasil positif dengan terbentuknya endapan atau nyala api sebagai
indikatornya.
Kation terbagi menjadi 5 golongan :
·
golongan
I : (Ag+, Pb2+,
Hg+)
·
golongan
II : (Cu2+, Hg2+,
Bi3+)
·
golongan
III : (Fe2+, Fe3+,
Zn2+)
·
golongan
IV : (Ba2+, Ca2+)
·
golongan
V : (Na+, K+,
Mg2+)
BAB III
Alat
dan Bahan
3.1 Alat
· 1 set tabung reaksi
· Kaca arloji (3buah)
· Kawat nikrom
· Bunsen
3.2 Bahan
·
AgNO3
0,1 M
·
HCl
0,1 N
·
NH4OH
·
NaOH
0,1 M
·
Pb(NO3)2
0,1 M
·
KI
0,1 M
·
Hg2(NO3)2
0,1 M
·
CuSO4
0,1 M
·
Na2S
0,1 M
·
HgCl2
0,1 M
·
K4[Fe(CN)6]
0,1 M
·
FeSO4
0,1 M
·
FeCl3
0,1 M
·
NH4SCN
0,1 M
·
ZnSO4
0,1 M
·
BaCl2
0,1 M
·
HCl
Pekat
·
CaCl2
0,1 M
·
NaCl
0,1 M
·
KCl
0,1 M
·
MgCl2
0,1 M
·
Titan
yellow
BAB IV
Prosedur
percobaan dan Hasil pengamatan
A. Analisis Kation Golongan I (Ag+,
Pb+, Hg+)
|
NO
|
CARA KERJA
|
PENGAMATAN
|
||||||
|
1
|
Ag+ dari sample AgNO3
a.
b.
+ 3 tetes NH4OH + 3 tetets HNO3
0,5ml sample + NaOH 0,5 ml
0,5 ml sample + 0,5ml HCl
encer dalam 1 ml air panas, simpan di wadah air es.
|
Bening menjadi putih, berubah menjadi putih keruh lalu
terbentuk endapan putih
Bening menjadi putih keruh
Bening menjadi putih keruh
|
||||||
|
2
|
Pb2+
dari sample Pb(NO3)2
|
Tidak ada
perubahan warna
Bening
menjadi kuning muda
|
||||||
|
3
|
0,5ml
sample + 0,5ml KI 0,1 M + 0,5ml KI
|
Bening menjadi oranye muda keruh, lalu menjadi oranye tua
keruh
|
||||||
|
|
|
|
||||||
|
|
|
|
||||||
|
|
|
|
BAB IV
Pembahasan
4.1 Hasil Percobaan
|
No
|
Massa (gram)
|
Konsentrasi
|
X (gram)
|
Log
|
|
|
Awal
|
Akhir
|
||||
|
1
|
1,080
|
0,5
|
0,3
|
2,0
|
1,85
|
|
2
|
1,088
|
0,25
|
0,21
|
1,8
|
1,65
|
|
3
|
1,168
|
0,125
|
0,067
|
1,6
|
1,36
|
|
4
|
1,081
|
0,0625
|
0,057
|
1,9
|
1,75
|
|
5
|
1,045
|
0,0313
|
0,02
|
1,7
|
0,5
|
|
6
|
1,019
|
0,0156
|
0,015
|
2,0
|
1,96
|
4.2 Pembahasan
Pada
percobaan ini, bertujuan untuk menentukan isoterm adsorpsi menurut freundlich
bagi proses asam asetat pada arang. Percobaan ini di lakukan secara
kuantitatif, yaitu dengan cara menghitung volume larutan asetat mula-mula
sebelum ditambah karbon aktif, seperti yang tercantum di hasil percobaan dan
direpresentasikan dalam bentuk kurva. Dalam percobaan ini menggunakan karbon
aktif sebagai adsorben, asam klorida dengan berbagai konsentrasi sebagai
adsorbat, serta larutan NaOH 0,5 N sebagai larutan standar.
Larutan asam klorida yang telah di
buat dalam berbagai konsentrasi dimasukkan arang aktif dan didiamkan selama 30
menit sambil di goyangkan selama 1 menit setiap 10 menit. Peristiwa adsorbsi
yang terjadi bersifat selektif dan spesifik dimana asam klorida lebih mudah
teradsorbsi dari pelarut (air), karena arang aktif (karbon) hanya mampu
mengadsorpsi senyawa-senyawa organik.
Perubahan konsentrasi asam klorida
sebelum dan sesudah adsorbsi dapat diketahui dengan cara mentitrasi filtrat
yang mengandung asam klorida dengan larutan standar NaOH 0,5 N.
Dalam percobaan isoterm adsorbsi
arang aktif di gunakan larutan asam klorida dalam berbagai variasi
konsentrasinya. Yaitu 0,5 N, 0,25 N, 0,125 N, 0,0625 N, 0,0313 N, 0,0156 N. Hal
ini di maksudkan untuk mengetahui kemampuan arang untuk mengabsorpsi larutan
asam klorida dalam berbagai konsentrasi pada suhu konstan.
Perhitungan
a.
Perhitungan
konstentrasi larutan asam klorida
Diketahui :
V1 = Volume asam klorida
yang di tetapkan
V2 = Volume asam klorida yang akan di gunakan
N1 = Konsentrasi larutan
asam klorida yang di tetapkan
N2 = konsentrasi larutan
asam klorida yang di gunakan
1.
V1N1
= V2N2
100 x 0,5 = V2 x 12 = 4,2
ml
2.
V1N1
= V2N2
100 x 0,25 = V2 x 12 = 2,1
ml
3.
V1N1
= V2N2
100 x 0,125 = V2 x 12 =
1,04 ml
4.
V1N1
= V2N2
100 x 0,0625 = V2 x 12 =
0,52 ml
5.
V1N1
= V2N2
100 x 0,0313 = V2 x 12 =
0,26 ml
6.
V1N1
= V2N2
100 x 0,0156 = V2 x 12 =
0,13 ml
b.
Perhitungan
rata-rata hasil titrasi
1.
Larutan
asam klorida 5ml + PP 3 tetes = 3,15 ml
2.
Larutan
asam klorida 5ml + PP 3 tetes = 2,1 ml
3.
Larutan
asam klorida 10ml + PP 3 tetes = 1,35 ml
4.
Larutan
asam klorida 10ml + PP 3 tetes = 1,15 ml
5.
Larutan
asam klorida 15ml + PP 3 tetes = 0,6 ml
6.
Larutan
asam klorida 10ml + PP 3 tetes = 0,45 ml
c.
Perhitungan
hasil akhir
Diketahui :
V1 = Volume sample asam klorida
yang di titrasi
V2 = Rata-rata volume asam klorida yang telah di
titrasi
N1 = Konsentrasi akhir
larutan asam klorida
N2 = konsentrasi larutan
NaOH
1.
V1N1
= V2N2
5 x N1 = 3,15 x 0,5 = 0,3
ml
2.
V1N1
= V2N2
5 x N1 = 2,1 x 0,5 = 0,21
ml
3.
V1N1
= V2N2
10 x N1 = 1,35 x 0,5 =
0,067 ml
4.
V1N1
= V2N2
10 x N1 = 1,15 x 0,5 =
0,057 ml
5.
V1N1
= V2N2
15 x N1 = 0,6 x 0,5 = 0,02
ml
6.
V1N1
= V2N2
15 x N1 = 0,45 x 0,5 =
0,015 ml
BAB V
Kesimpulan dan Daftar pustaka
1.1 Kesimpulan
1.
Dalam
pengenceran semakin besar konsentrasi yang diinginkan semakin besar pula volume
yang diperlukan untuk pengenceran.
2.
Warna
yang dihasilkan pada proses titrasi adalah pink muda.
3.
Titrasi
menggunakan larutan standar NaOH 0,1 N dengan indikator pp
4.
Arang
dapat berfungsi sebagai adsorbsi
5.
Konsentrasi
asam klorida sebelum adsorpsi lebih tinggi daripada setelah adsorpsi. Hal ini
karena asam klorida telah diadsorpsi oleh arang aktif.
1.2 Daftar Pustaka
·
poeraindonesia.blogspot.co.id/2012/11/praktikum-kimia-fisika-isoterm-adsorpsi.
(Diakses 25 april 2016 19:21 WIB)
·
yulia4ict.wordpress.com
((Diakses 25 april 2016 18:15 WIB)
·
Modul
praktikum kimia fisika oleh Kusdi Hartono, Universitas Al-Ghifari, Bandung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar